27 Nov 2012

[ARTIKEL] Asal Usul Permen dan Permen Karet.






Assalamu’alaikum wr. wb.

Haii !! *tebar ikan asin(lagi) #Kabur sebelum diamuk massa
Saya datang lagi dengan beberapa poting-an yang sekiranya insya allah bermanfa’at bagi saya, anda semua dan kita ..
Ah, baiklah .. daripada bercuap-cuap yang tak jelas lebih baik kita langsung membahas inti dari artikel saya ini ..

Di artikel ini, saya akan menjelaskan asal usul dari 2 jenis makanan dengan spesies (?) yang sama namun memiliki asal usul yang berbeda dan perbedaan yang sangat jelas terlihat.

Umm.. Permen. Apa kesan pertama yang kalian rasakan saat memakannya ? Manis. Ya ! karena terkandung glukosa/gula didalamnya. Baik permen biasa maupun permen karet. Tapi taukah kalian asal usul dari kedua makanan manis –permen dan permen karet- tersebut ? nah, disini saya akan menjelaskan sedikit asal usulnya satu persatu. Dimulai dari ..

PERMEN.



Siapa sih yang mula-mula membuat permen ? Wah, tidak ada yang tau tuh. Habis sudah lama sih ! Resep permen sudah tertulis di makam Firaun (Raja Mesir Kuno) Tutankhamen dan Ramses yang hidup 40 abad silam. Dulu, Permen dibuat dari madu, dan rempah yang ditambah biji-bijian supaya terasa gurih.

Ketika Iskandar Agung dari Masedonia menaklukan  Persia (kini Iran), 24 abad yang lalu, diketahui tentaranya suka sekali mengisap-isap(?) kand. Permen primitive itu adalah tangkai tanaman yang dicelup ke madu dicampur rempah dan zat warna. Karena madu susah diperoleh, permen menjadi barang mewah pada saat itu. Ketapa tidak pakai gula ? Karena, saat itu manusia belum menemukan gula.

Pada abad ke-3 / ke-4 manusia bisa membuat gula tebu di Persia yaitu pada masa Ayyubiyah berkuasa (lihat pada buku SKI kelas 8 halaman 71). Pengatahuan ini menyebar ke Arab, Afrika Utara dan Eropa. Permen pun mulai dibuat dari gula.

Dalam bahasa inggris, permen disebut Candy. Mungkin berasal dari kata Kand (Permen sedadau Iskandar Agung itu).

Pada akhir abad ke-15, Colombus memperkenalkan tebu dari benua Amerika ke berbagai tempat. Bemunculanlah perkebunan tebu dan pabrik gula di daerah tropis. Abad XIX, di zaman Kaisar Napoleon, produksi gula bit digalakkan di Eropa. Di seluruh dunia gula mencadi lebih banyak dan lebih murah harganya.

Pertengahan abad ke-19 manusia mulai mampu membuat mesin-mesin canggih pebuat permen. Permen bisa dibuat lebih banyak dan murah. Kira-kira seabad kemudian, permen dapat ditemukan dimana-mana.

Di Indonesia dulu, permen disebut “Kembang Gula” atau “Gula-gula”. Kata “Permen” hanya digunakan untuk menyebut permen rasa peppermint yang putih, pipih, bulat dan pedas. Entah bagaimana, kata permen bisa menggantikan kata “Kembang Gula” dan “gula-gula”.

PERMEN KARET.



Telah beribu tahun lamanya penduduk Laut Tengah di Eropa suka mengunyah getah pohon mastic. Konon untuk menyegarkan napas dan menbdersihkan gigi. Orang Indian Kuno di Jazirah Yucatanyang berada dibenua Amerika pun punya kebiadaan yang sama. Namun, getah yang mereka kunyah berasal dari getah pohon sawo. Kebiasaan menguyah juga dilakukan orang Eskimo dekat Kutub Utara. Apa yang merka kunyah ? Jawabannya yaitu .. Lemak Ikan !




William Wrigley, Jr

Pengusaha permen karet yang paling terkenal adalah William Wringley, Jr. Padahal, tadinya ia anak yang malas bersekolah dan selalu membuat ulah. Sampai-sampai pada umur 12 tahun (1873), Wringley dikeluarkan dari sekolah. Namun ia bukan anak yang malas bekerja. Ia membujuk ayahnya agar diperbolehkan menjajakan sabun buatan pabrik keluarga. Ternyata, ia salesman yang rajin dan ulet. Ia juga menjajakan barang lain seperti baking powder (bahan untuk membuat kue). Orang yang meau membeli sekaleng baking powder, diberinya hadiah dua permen karet.
Permen karet ternyata banyak peminatnya, sehingga Wringley khusus berjualan permen karet. Walaupun dilanda berbagai kesulitan, seperti saat terjadi krisis ekonomi dunia. Ia tidak menyerah membuat usahanya maju sampai sekerang.


Henry Fleer


Ada dua orang lain yang berperan besar dalam sejarah permen karet. Henry Fleer, pada tahun 1910 berhasil member “baju” pada permen karet. Lapisan itu putih, manis dan renyah. Ia menamai permen karet berbeju itu dengan nama “Chiclets”.

Sedangkan Frank (saudara dari Henry Fleer), setelah lama bersusah payah akhirnya ia berhasil membuat permen karet yang bisa ditiup hingga menggelembung besar seperti balon yang dinamai dengan bubble gum (karet gelembung).

Karena mengunyah permen karet dianggap berkhasiat menenangkan, maka tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia II dibekali permen karet. Amerika Serikat bahkan menjatuhkan permen karet dari pesawat terbang di Filipina ketika negara itu diduduki Jepang. Pada kemasan permen karet itu tertulis janji dari Jenderal Douglas Mac Arthur, yaitu “I will return” (Saya akan kembali).


Jend. Douglas Mac Arthur


Sejak Perang Dunia II, permen karet tidak lagi dibuat dari getah pohon sawo, tetapi dibuat dari bahan sintetis.

Di Amerika Serikat mulanya mengunyah permen karet di muka umum dianggap kebiasaan yang menjijikan, karena dianggap seperti ternak yang sedang memamah biak. Setelah perubahan zaman, permen karet bukan hanya dibekali oleh tentara, tetapi bintang-bintang olahraga seperti Michael Jordan pun sangat akrap dengan permen yang dikunyah-kunyah itu. Sekarang, permen karet boleh dikunyah dimana-mana, kecuali saat beribadah, didalam kelas, dan pada kesempatan resmi.

Di dunia ini ada negara yang tidak suka penduduknya mengonsumsi permen karet. Jika ketahuan membuang sisa permen karet di tempat umum, dendanya tak tanggung-tanggung, yaitu senilai beberapa juta rupiah. Menurut mereka, sulit membersihkan jalan, bangku, dan sebagainya dari sisa permen karet yang menempel. Padahal mereka ingin negara mereka bersih. Ya, Negara itu adalah tetangga kita yaitu .. Singapura !!!

Sekedar saran dari saya. Kalau kalian ada kesempatan pergi kesana dan apabila kalian memiliki tangan yang jahil, lebih baik jangan berbekal permen karet jika tak ingin mendapat denda. ;))


Sip ! Akhirnya selesai juga pembahasan tentang asal-usul kedua jenis makanan tersebut. Dengan begitu berkahir juga postingan saya kali ini. Sekian dari saya, kurang dan bingungnya (?) mohon dima’afkan.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © WARM & COZY | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑