27 Nov 2012

Reminiscence...



" Walaupun waktu terus berjalan, meninggalkan kejadian yang pernah terjadi. 
Kejadian dimana saat kau dan aku bersama. 
Kejadian yang pernah terjadi tak akan hanya menjadi sekilas memori, namun akan kubuat menjadi sebuah sejarah menakjubkan yang pernah kita buat bersama. 
Kejadian manis dan pahit yang kita lewati tak akan bisa terlupakan begitu saja. 
Walaupun bertahun-tahun kujalani hidup, kejadian itu tak akan pernah hilang dan terhapus dari ingatanku.
Walaupun lama kelamaan akan menjadi sebuah kenangan~ ... "
========================================================================
Author : Fiyata Tri Septian.

Cast : you can find in the story. J

Genre : Sad, Friendship, and .... Gaje.

Disclaimer : FF tak jelas ini milik author. FF ini author sendiri yang ngetik, mikir, mumet, pusing, pening, dan segala gejala saat membuat FF ini. Ini FF tugas yang sengaja saya posting agar kalian bisa mengkritik hasil karya yang tak jadi ini. Jadi mohon bantuannya agar saya dapat membenahi kesalahan yang telah diperbuat. Semua Author POV. Ada sedikit pengeditan jadi sedikit ada perbedaan dari cerita yang sebenarnya saya buat.
No Copas, No Bash, Nothing Nothing !#Plakk.

Recommended Song : Super Junior – Reminiscence
                               U-Kiss - 0330
                               And other.

Reminiscence –Oneshoot-





Terlihat seorang gadis cantik berdiri didepan suatu ruangan. Ia memutar gagang pintu dengan perlahan. Sebelum memasukinya, ia terlihat sedang melihat setiap sudut ruangan dengan tatapan yang tak dapat dijelaskan. Tak berapa lama ia pun memasuki ruangan tersebut.

Ruangan yang tidak terlihat buruk. Masih terlihat teratur walau telah dimakan usia. Dengan sedikit membongkar tumpukan kardus,mulai terukir senyuman manis dari bibirnya. Sorotan matanya terlihat lega setelah ia mendapatkan barang yang dicarinya. Sambil memegang buku diary tua yang mulai lusuh, ia pun mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.   

Gadis itu memutuskan untuk duduk di bangku taman kota yang cukup sepi, hanya terlihat beberapa orang sedang berjalan-jalan santai sambil menikmati udara pagi. Udara cukup sejuk karena sekarang adalah awal musim semi di sebuah desa yang cukup jauh dari pusat ibukota London.

Ia mulai teringat akan benda yang sedari tadi dibawanya. Ia pun mulai membuka buku diary tersebut lalu membacanya. Sejenak, ia mulai terhanyut didalamnya ..


xxxxx

“Diary Yukiko ..
Hari ini aku mengis lagi. Bukan karena aku terjatuh dari Horvy, kuda poniku. Tapi kali ini lebih buruk. Grandpa pergi.. Grandpa pergi meninggalkanku jauh .. Aku takut ..

Grandpa orang yang sangat baik kepada semua orang.. hingga banyak orang yang datang menghadiri pemakaman Grandpa .. dan banyak pula yang bersedih atas kepergian Grandpa-ku .. Dan juga termasuk aku ..
Grandpa yang selalu menemaniku bermain bersama Horvy. Horvy adalah kuda poni yang diberikan Grandpa saat ulang tahunku yang ke-10.

Aku sangat menyayangi Grandpa .. Aku menangis dan berlari menerobos kerumunan orang yang mengantarkan Grandpa ke tempat terakhirnya.. Tanpa sadar, kakiku terus berlari sampai ke tempat tersembunyi yang pernah Grandpa tunjukkan padaku beberapa hari sebelum kepergiannya .. aku menangis disana .. sampai aku bertemu dengannya ...”

xxxxx

Seorang gadis kecil terlihat mengis tersedu-sedu dipinggir danau. Ia menagis sebelum sempat melihat kakek yang sangat ia cintai diantarkan tempat terakhirnya. Ia begitu terpukul atas kepergian kakeknya. Ia tak tahu harus bagaimana lagi. Hanya kakeknya lah yang paling mengerti dia.

“Hiks .. Hiks ..” Tangisnya. Perlahan gadis kecil itu mengambil batu kecil dan melemparkanya kearah danau berkali-kali. Sampai kegiatannya pun berakhir ketika tiba-tiba ada seseorang yang meneriakinya.

“Hei ! Jangan lempar batu itu lagi. Kamu tidak melihat ikan-ikan kecil itu ? Saat kamu sedang sakit, jangan buat orang lain sakit juga donk ! Apa kamu tidak kasihan pada ikan-ikan yang kau lempari oleh batu itu ?” Ucap anak lelaki yang sedari tadi berdiri tak jauh dari gadis kecil itu lalu mulai berjalan mendekatinya.

Gadis kecil itu menghentikan sejenak tangisannya. Terlihat berpikir. Lalu kemudian kembali menangis namun kali ini lebih keras. Lantas anak lelaki yang meneriaki gadis itu pun mulai panik.

“He..Hei!! Kenapa meangis ? Apa aku menyakitimu ?!” Tanya anak lelaki itu polos. Masih dengan tangisannya, gadis itu pun lantas menggeleng keras. Ia menghentikan sejenak tangisannya lalu menghapus air mata yang membasahi wajahnya.

“Ti..Tidak ! Kamu tidak menyakitiku .. Bukan salahmu ! Aku tidak bermaksud untuk menyakiti ikan-ikan kecil itu .. Aku hanya ..Aku .. Akuu .. Huaa !!” ucap gadis itu lalu kembali mengis sambil menutupi wajahnya. Anak lelaki itu pun tertawa sejenak melihat tingkah laku gadis kecil itu, lalu mulai duduk di sisinya.

“Ya!! Tak perlu menangis .. sudahlah .. kamu tak perlu menangis seperti itu .. kamu cengeng sekali ternyata .. aku tadi hanya bercanda .. jangan berlebihan ..” ucap anak lelaki itu enteng sambil menepuk kepala gadis kecil itu pelan.

Setelah mendengar ucapan Anak lelaki itu, gadis kecil pun perlahan menghentikan tangisannya dan mulai mengangkat wajahnya. Gadis kecil itu melihat wajah anak lelaki itu sedang tersenyum jahil kepadanya. Gadis itu mulai menatap tajam anak lelaki yang ada disisinya saat ini, seakan ingin menerkam anak lelaki itu dan membunuhnya seketika. Wajahnya terlihat memerah menahan emosi.

“Pletakk” gadis itu memukul keras kepala anak lelaki itu hingga anak lelaki itu meringis kesakitan.

“Kyaa!! Kamu membodohiku ?? jangan hanya karena tubuhmu lebih besar dan tinggi dariku .. kamu bisa membodohikan anak kecil sepertiku ... keterlaluan ..!!” teriak gadis kecil itu penuh emosi lalu pergi menjauh.

“He..hei !! tunggu .. aku tidak bermaksud untuk membodohimu .. hei ! tunggu ..” teriak anak lelaki itu namun tidak dihiraukan gadis kecil tadi.

xxxxx

Diary Yukiko ..
Aku bertemu lagi dengan anak lelaki itu .. anak lelaki yang menyebalkan ! tapi dalam keadaan yang berbeda .. dia sendirian di danau itu .. menangis .. tanpa ada suara ..

Seperti ada sesuatu masalah besar yang menimpanya saat ini .. Apa yang terjadi dengannya ?? Dan aku mulai berkenalan dengannya .. ternyata dia orang yang sangan baik dan menyenangkan ..”

xxxxx

Gadis kecil itu kembali pergi mendatangi danau itu esok harinya. Ia mengaku sangat merindukan kakeknya. Entah mengapa ia teringat oleh danau itu dan tanpa sadar berjalan ke tempat itu.

Sesampainya gadis kecil itu di danau. Memandangi keindahan danau itu disetiap sudutnya. Hingga akhirnya ia tersadar bahwa dirinya tidak sendiri di danau itu. Ia mencoba menyipitkan matanya yang memang sudah sipit itu untuk memastikan lebih detail siapa orang yang duduk di pinggir danau seorang diri.

Ia memutuskan untuk berjalan dan mendekati orang itu. Ia sedikit terkaget saat mengetahui bahwa orang yang duduk di pinggir danau adalah anak lelaki yang meneriakinya kemarin sore sehabis ia mengantarkan kakeknya ke pemakaman.

Namun yang membuatnya lebih terkejut lagi adalah .. Anak lelaki itu sekarang tengah menangis tak bersuara, hanya tubuhnya yang duduk meringkuk terlihat gemetar. Gadis kecil itu merasa bingung lalu memutuskan untuk menegurnya.

“Ehem .. ma’af .. sedang apa sendirian disini ?? Kamu menangis? Apa ada yang menyakitimu..” Tanya gadis kecil itu dengan polosnya.

Anak lelaki yang mendengar pertanyaan itu pun langsung mengadah menatap orang yang berdiri disisinya itu. Dengan wajah basah dan mata yang mulai lebam karena air matanya, ia menatap wajah gadis kecil yang masih berdiri disisinya. Gadis kecil itu tersenyum kecil kepada anak lelaki itu, hingga membuat wajah anak lelaki itu memerah akibat malu.

“Ya! Ternyata anak lelaki sepertimu bisa cengeng juga .. ku kira kamu tidak pernah menangis ..” ejek gadis kecil itu masih dengan senyumannya. Anak lelaki itu hanya bisa menunduk dan mulai menyeka air matanya.

“Kamu sedang apa disini ?? Kenapa kamu tiba-tiba datang dan mengejekku seperti itu ? aku tidak butuh komentar darimu ..” ucap anak lelaki itu acuh.

“Kya! Aku tidak bermaksud untuk mengejekmu kok ! Aku hanya tidak menyangka saja .. apa kau sedang ada masalah .?” Tanya gadis kecil itu penuh hati-hati.

“Apa perdulimu ? Ini tidak ada urusannya denganmu .. tak perlu sok baik begitu padaku .. Aku tak butuh !” Ucap Anak lelaki itu tajam dan dingin. Membuat gadis kecil itu emosi.

“Hei ! Aku hanya bertanya baki-baik padamu .. kenapa kamu begitu dingin padaku ? apa aku ada salah ? Jika kamu tidak mau cerita ya sudah ..” ucap gadis kecil itu mulai emosi. Anak lelaki itu terdiam sejenak. Terlihat berpikir. Wajahnya terlihat pucat. Sejenak ia berpikir sambil menatap danau dengan tatapan yang tak dpat dijelaskan.

“Bisakah aku mengenalmu terlebih dulu ? aku Jonathan Shone. Kau bisa memanggilku Joe. Nama mu ?” ucap Anak lelaki yang ternyata bernama Joe itu sambil mengulurkan tangannya ke arah gadis kecil yang masih berdiri di sisinya.

“Yak ! kamu ini aneh sekali .. tadi dingin kepadaku , sekarang malah mengajakku berkenalan..” jawab gadis kecil itu tanpa menyambut jabatan tangan dari Joe.

“Ma’af .. tapi bisakah aku mengenalmu dulu ? sejak pertama bertemu kita tidak pernah berkenalan..” ucap Joe sambil tersenyum manis kearah gadis kecil itu. Gadis kecil itu hanya menatap ke arah danau dengan wajah datar. Joe hanya menautkan alis. Tiba-tiba gadis kecil itu pun membalas jabatan tangan Joe, lalu duduk disebelah Joe sejajar dengannya dan tersenyum sangat manis.

“Perkenalkan namaku Yukiko Melody. Kata ayah, itu nama yang diberikan oleh Grandpa saat aku lahir. Kedua orangtuaku memanggilku dengan nama Yuki. Aku keturunan Jepang dari ibuku .. Sedangkan ayahku, asli London.. jika diartikan, namaku terdiri dari Yuki yang artinya musim dingin dan Melody artinya lagu/nyanyian. Jadi, arti dari namaku adalah alunan lagu dimusim dingin. Grandpa yang menjelaskannya.” Jawab Gadis kecil yang ternyata bernama Yuki itu panjang lebar dengan senyuman ceria dan terlihat sangat manis. Membuat Joe terpaku sejenak melihat senyuman itu.

“Hei! Kamu kenapa menatapku seperti itu ?Apa aku terlihat begitu aneh ?” Tanya Yuki sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Joe. Joe tersadar dari lamunannya dan mulai salah tingkah.

“Ti..tidak .. tidak ada apa-apa ..” ucapnya sambilkan memalingkan wajahnya yang mulai memerah. Yuki menautkan alisnya sambil meneliti apa yang terjadi.

“Wajahmu memerah .. apa ada masalah ? atau .. Kamu menyukaiku ?? Hahaha ..” canda Yuki membuat mata Joe terbelalak dan terdiam setelah mendengarnya. Wajah Joe semakin memerah, keringat dingin mulai bercururan. Namun Yuki masih saja terus mengejeknya.

“Ya ! kamu terlalu percaya diri.. mana mungkin aku menyukai seorang anak kecil sepertimu ?” ucap Joe gugup.

Yuki terdiam sejenak. Lalu mulai tertawa. Membuat Joe menautkan alisnya tanda bingung. Yuki masih tertawa lalu tertidur berguling-guling diatas rerumputan sambil memegangi perutnya.

“Ya .. Kamu kenapa tertawa seperti itu ? Apakah ada yang lucu ?” ucap Joe sambil menatap Yuki penuh tanya.

Yuki menghentikan tawanya kemudian berdiri. Ia menghapus air mata yang sempat keluar karena tertawa. Ia menyunggingkan senyum sambil menatap Joe penuh misteri.

“Huh .. kamu ini sangat aneh.. kemarin berani-beraninya membodohiku, lalu tadi meangis sendirian disini, lalu mengajakku berkenalan, setelah itu memberi tatapan aneh kepadaku, setelah itu wajahmu memerah dan terlihat sangat gugup ..!! apa kamu tau jika itu sangat aneh .. kamu seperti memiliki banyak kepribadian ..” ucap Yuki panjang lebar.

“Ya! Apa kamu bilang ? aku memiliki banyak kepribadian ?? Yak! Aku tidak terima itu..” protes Joe. Yuki yang merasakan sesuatu akan terjadi lalu lekas berlari menjauhi Joe. Sebelum berlari ia sempat menjulurkan lidahnya kepada Joe lalu tersenyum kecil.

“Hei ! jangan lari .. anak ini benar-benar.. Yak !! tunggu aku ..” teriak Joe lalu mulai mengejar Yuki. Alhasil mereka saling kejar-kejaran di pinggir danau itu.

xxxxx

Diary Yukiko ..
Jonathan Shone .. dia sahabatku selama beberapa hari ini setelah kepergain Grandpa .. kami sering bertemu dan bermain bersama di pinggir danau yang kami namai ‘Reminiscance Lake’ .. karena bagi kami danau itu mempunyai kenangan tersendiri .. entah kenangan kami berdua .. maupun kenangan ku bersama Grandpa ..

Grandpa .. Yuki sangat rindu pada Grandpa .. apa Grandpa juga merindukan Yuki ? Grandpa .. Yuki miss you so much .. Joe selalu menemaniku .. dia selalu membuatku ceria dan tidak bersedih lagi ..

Tapi, kemarin aku tidak bisa ke danau itu karena hujan turun sangat deras. Padahal aku dan Joe sudah berjanji akan datang .. tapi ibu melarangku .. jadi aku putuskan untuk meminta ma’af pada Joe sore ini .. semoga dia tidak marah padaku ..”
xxxxx

“Joe .. Joe .. !! Kamu dimana ??” teriak Yuki setelah sampai di pinggir danau.

Ia mencari Joe disekeliling danau, Namun ia tak menemukannya. Biasanya Joe telah sampai di danau lebih dulu sebelum Yuki. Tapi, sudah 3 kali berkeliling, Yuki tak kunjung menemui Joe. Yuki mulai lelah .. matahari sudah mulai menuju tempat tenggelamnya. Yuki takut jika ibu dan ayah-nya khawatir, karena itu Yuki menghentikan pencariannya mencari Joe dan pulang ke rumah dengan wajah ditekuk.      

xxxxx

“Diary Yukiko...
Aku sedih.. Joe sepertinya sangat marah padaku hingga dia tak datang ke danau hari ini .. padahal aku ingin minta ma’af tapi dia tidak datang .. semarah itukah dia padaku ?”

xxxxx

Sudah beberapa hari ini Yuki termenung sendirian di pinggir danau tanpa Joe. Joe menghilang begitu saja bagai ditelan bumi. Entah mengapa, Yuki mulai merasa ia tidak akan pernah bertemu dengan Joe lagi. Perasaan Yuki benar-benar campur aduk.

Yuki menatap danau datar. Dalam diam Yuki mulai mengingat kejadian yang terjadi selama ia bertemu dengan Joe.

Saat Yuki sedang berkabung atas kematian kakeknya. Saat Yuki melihat Joe menangis sendirian di pinggir danau ini. Saat mereka pertama berkenalan. Saat mereka tertawa dan bercanda bersama. Saat mereka bermain bersama. Yuki sangat merindukan Joe.

“Aku menyukai Joe ..” ucapnya lirih.

Sesaat seelah ia mengucapkan kata-kata itu. Matanya membulat, ia menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya. Ia tak mengerti dengan apa yang dikatakannya barusan. Wajahnya memerah. Ia pun sadar hari sudah mulai gelap. lalu segera berlari pulang kerumah. Sebelum kedua orang tuanya khawatir.

xxxxx

Diary Yukiko ..
Aku tak menyangka .. Aku mengucapkannya .. itu kata-kata yang tak begitu ku mengerti .. ‘suka’ atau ‘cinta’ .. Apakah kata-kata itu sudah pantas di ucapkan di umurku yang beranjak 12 tahun ini ? sepertinya sih, Joe memang sudah pantas .. dia berumur lebih tua 2 tahun dari pada aku ...
Tapi kenapa dia menghilang ? selama lebih dari seminggu ini .. aku tak pernah melihatnya .. Joe bagai ditelan bumi .. ia tak pernah memberi kabar padaku .. Perasaanku tidak merasa enak .. Joe ..”

xxxxx

Yuki kembali menyusuri danau itu. Ia tampak sedih .. sudah hampir 2 minggu .. tapi Joe tidak memberi kabar ataupun terlihat datang ke danau itu .. Yuki mulai putus asa.

Hingga ia melihat seseorang sedang berdiri dipinggir danau. Menatap setiap sudut danau dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.Yuki menyipitkan matanya dan mulai mereka-reka siapa orang itu. Dan mulai mendekati orang itu.

Seorang lelaki berpostur tubuh tegap dan tinggi. Rambut yang tidak terlalu rapi. Kulit yang putih bersih. Mata yang terlihat tenang namun menyimpan makna nidalamnya. Menggunakan sweater berwarna abu-abu. Dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam. Terlihat begitu menawan.

Yuki terkaget. Matanya memerah. Lidahnya terasa kelu. Ia menutup mulutnya rapat dengan kedua tangannya. Tanpa sadar ia langsung memeluk lelaki itu.

“Joe!! Kamu kemana saja ?? Aku sangat merindukanmu .. kenapa kau tak member kabar padaku, hah ?? Kamu jahat ..” ucap Yuki masih memeluk lelaki itu. Yuki mulai menangis. Namun senyuman mulai terukir dibibirnya.

“He.. Hei! Ma’af .. bisa lepaskan pelukanmu .. sepertinya kau salah orang .” ucap lelaki itu pada Yuki. Lantas Yuki langsung melepaskan pelukannya.

“Ya! Apa kamu bilang ? Salah orang ? Kamu memang orang yang aneh. Kamu mulai suka berbohong padaku .. apa kamu amnesia ? Haha tidak lucu Joe ..” ucap Yuki sambil menghapus air matanya.

“Joe ? Ma’af .. namaku bukan Joe .. Aku ini Vino .. Alvino Shone .. Apa yang kamu maksud itu Joenathan Shone, kembaranku ?” Tanya lelaki yang mengaku bernama Vino itu.

“Hah ?? Vino ? *mengingat sejenak* APA ?? SAUDARA KEMBAR ?? Kamu dan Joe saudara kembar ?? tidak mungkin ..” Tanya Yuki tak percaya.

“Tidak ada yang tidak mungkin .. aku ini memang Vino .. sedangkan Joe itu kembaranku .. tepatnya adik kembarku..” ucapnya sambil tersenyum manis ke arah Yuki. Senyuman itu, sedikit berbeda dengan senyuman Joe.

“La..lalu .. Joe kemana ?? kenapa selama 2 minggu ini dia tidak pernah memberi kabar ? apa dia sengaja membohongikuku lagi ?? dan kenapa kamu bisa ada di Reminiscance Lake ini ?” Tanya Yuki. Vino hanya tersenyum kecut. Tampak sorotan mata penyesalan dan sakit.

“Joe .. Joe sudah tidak ada .. dia pergi .. Pergi dari dunia ini .. dia pergi dan tak akan kembali .. dan aku kesini atas permintaan Joe untuk memberikan surat ini kepada ‘teman’-nya yang selalu ia temui di danau yang sering ia dan ‘temannya’ itu sebut-sebut sebagai Reminiscance Lake ini. Karena itu aku ada disini. Jika benar kau adalah temannya Joe, Joe memintaku memberikan ini padamu..” ucap Vino sambil memberikan sepucuk surat berwarna merah kepada Yuki.

Yuki masih terdiam mencoba mencerna apa yang dikatakan Vino barusan. Tanpa sadar air mata Yuki mulai turun. Yuki membekap mulutnya dengan kedua tangan. Ia tak percaya akan bahwa Joe, yang selama ini menemaninya telah tiada. Disaat Yuki mulai menyukai Joe. Joe malah meninggalkan Yuki dengan cara seperti ini.

“I..Ini tidak mungkin .. Kamu pasti berbohong .. Ini pasti hanya mimpi .. Joe tak mungkin secepat itu meninggalkanku .. tidak mungkin ..” ucap Yuki masih tak percaya pada kenyataan didepannya. Vino mengajak Yuki duduk di rerumputan pinggir danau dan mulai berbicara.

“Yuki .. Dua miggu yang lalu saat hujan deras .. Joe menunggumu didanau ini .. kau tau ? penyakitnya dapat kambuh jika ia kehujanan maupun terlalu lelah .. penyakit yang sudah dideritanya beberapa tahun ini .. Awalnya ia masih sempat dibawa kerumah sakit didaerah ini .. namun dokter menganjurkan agar Joe dirawat di rumah sakit pusat di London yang perlatannya lebih lengkap. Tepat seminggu yang lalu .. Joe sadar dari tidurnya, ia bercerita padaku tentang apa yang ia lakukan selama ini, tentang kejadian-kejadian yang menimpanya sebelum ini, tentang Reminiscance Lake, juga tentang kamu Yuki .. Ia tersenyum bahagia saat menyebut namamu .. Ia terlihat bersemangat saat menceritakan kejadia-kejadian yang kalian berdua alami .. Wajahnya mulai memerah dan senyuman bahagia itu muncul saat dia bilang padaku bahwa dia sangat menyukaimu Yuki ..” ucap Vino panjang lebar namun belum selesai Vino berbicara, Yuki mulai berlari meninggalkan danau itu dan meninggalkan Vino sendiri di danau itu. Disaat punggung Yuki sudah tidak terlihat lagi , Vino tersenyum dan mulai meneteskan airmata yang ditahannya sedari tadi.

“Joe adikku tersayang .. Aku sudah menjalankan permintaanmu ini .. ku harap kau bahagia di alam sana .. jangan pikirkan Yuki lagi .. Jangan merasa bersalah lagi .. karena ini akan membuatku semakin terpukul, Joe ..” ucap Vino dengan suara serak. Bayangan senyuman Joe tergambar dalam pikirannya ..

xxxxx

Diary Yukiko ..
Ini semua hanya mimpi .. Joe tak mungkin meninggalkanku dengan cara seperti ini .. Joe tak mungkin pergi begitu saja .. aku tak percaya .. ini semua bohong ! Kamu Jahat Joe .. Kukira kita teman .. tapi kenapa kamu menutupi semuanya ?? Ini tidak adil ..”
xxxxx


Yuki masih berdiam diri di kamarnya . meringkuk diatas kasurnya dengan mata sembab. ia masih shock atas berita yang didapatkannya dari Vino 2 hari yang lalu. Ia terdiam membisu membuat kedua orang tuanya begitu khawatir dengan keadaannya. Ia kemudian berjalan menuju meja belajarnya. Sepucuk surat berwarna merah yang diberkan Vino. Dari Joe untuk Yuki.

Yuki membuka surat itu perlahan dan mulai membacanya.

To. My Little Girl Yukiko Melody.

Hai ! lama kita tidak berjumpa. Sepertinya kau terlihat lebih cantik sekarang. Haha .. Aku tidak bermaksud untuk menggombal. Tapi kamu memang sangat cantik ditambah dengan senyuman manis yang mengembang dan terlukis indah dibibirmu.

Yuki .. Jujur aku sangat merindukanmu .. Apa kau tidak merindukanku ? Ya! Aku sudah tau jawabannya .. Ma’af selama ini aku tidak memberi kabar padamu .. pasti kau sangat mengkhawatirkanku .. itu tidak perlu Yuki ..

Yuki .. Kau pasti sudah mendengarnya dari mulut Vino, saudara kembarku .. ma’af aku tidak menceritakan soal Vino padamu .. Karena menurutku itu tidak terlalu penting karena Vino tinggal di London bersama kedua orng tuaku .. sedangkan aku tinggal di desa dengan kakek nekekku ..

Nah, apa kau masih ingat saat kau melihatku menagis di pinggir danau sendririan saat itu ? Sepertinya kau mulai melupakannya .. baiklah akan kuceritakan .. Kau tau, saat itu aku sedang memikirkan bagaimana kehidupanku nanti .. apakah aku masih bisa hidup atau tak terselamatkan ..

Kau juga pasti sudah dengar juga dari Vino tentang penyakitku .. Ya! Aku terkena penyakit kanker Otak ini sejah 5 tahun yang lalu .. penyakit ini tiba-tiba datang menyerangku.. Awalnya aku merasa ini tidak mungkin .. hingga Vino terus mendukungku .. walaupun kami dipisahkan oleh jarak yang cukup jauh .. tapi dia selalu ada untukku ..

Berbeda lagi dengan kamu yang baru-baru ini ku kenal .. Kau bisa membuatku melupakan penyakit ini sejenak .. walaupun rasa sakit itu masih terasa .. namun kau selalu mengobatinya dengan senyuman manis yang selalu kau ukir dibibirmu.

Seperti arti dari namamu. Kau bagaikan lagu yang menemaniku disaat musim dingin datang. Disaat aku merasa tak kuat menjalani hidup ini .. kau datang dan memberikan kekuatan padaku .. menghiburku dengan tawa dan candamu yang bagaikan alunan melody indah..

Apakah kata-kataku terlalu ‘puitis’ ?? haha .. tapi itu memang kenyataan yang terjadi ..

Yuki .. bisakah aku mengatakan sesuatu padamu .. perasaan yang ada di dalam hatiku .. sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini ..

Aku sangat menyukaimu, Yuki ..

Tapi aku sadar .. kata-kata itu tidak ada guanya lagi .. semua sudah terlambat .. walau tak sepenuhnya terlambat .. Aku sadar, Kata cinta belum pantas untuk anak seumuran kita.. tapi biarkan kata ini tetap menjadi makna terhadap persaanku kepadamu. Cinta tak harus memiliki, jadi biarkanlah cinta ini kusimpan dihatiku yang sudah terkubur bersama jasadku nantinya.

Yuki .. bisakah kau mengabulkan permintaan terakhirku ini ?? Aku ingin kau terlalu tersenyum dan bahagia walau tidak ada aku .. aku tidak ingin kau menangis lagi .. karena senyumanmu adalah kekuatanku ..

Dan bisakah .. kau melupakan aku dan memulai hidup baru .. menangisi kepergianku dan kakekmu bukanlah alasan yang tepat untukmu selalu bersedih dan terpuruk .. Kau bisa hidup lebih baik tanpa ada aku .. ku mohon ..

Ma’af aku tak menceritakan semua masalahku padamu .. aku punya alasan untuk itu .. Aku tidak ingin kamu berteman denganku hanya karena kamu kasihan padaku .. aku hanya ingin kamu berteman denganku dengan tulus .. hanya itu ..

Baiklah .. ini kata-kata terakhirku ..
Yuniko Melody, Aku sangat mencintaimu dan akan selalu mencintaimu selamanya ... Dan disaat aku benar-benar pergi .. aku ingin semua orang yang kusanyangi tetap berbahagia walau tak ada diriku disana..

From. You Friend Joenathan Shone

Yuki menangis .. Wajahnya mulai basah .. jantungnya seperti terhantam oleh batu karang yang sangat besar .. begitu menyakitkan .. Andai ia lebih cepat menyadari perasaannya.

“Aku juga sangat mencintaimu Joe .. Kau benar .. tidak ada gunanya terus terpuruk seperti ini .. Baiklah, aku akan mencoba memenuhi permintaanmu, Joe .. aku janji .. Sebagai seorang teman..” ucap Yuki lalu mulai menyeka air matanya. 

Ia mulai tersenyum samar. Ia menuju jendela kamaranya dan menatap bintang-bintang penuh harap. Ia memejamkan matanya sambil tersenyum .. ia mencoba untuk menenangkan pikirannya. Angin malam mulai berhembus menerobos masuk kedalam kamar Yuki.

Yuki tersenyum dan mulai menikmati dinginnya angin malam itu dengan wajah yang disinari cahaya bulan. Disertai bayangan senyuman Joe disana.

xxxxx

“Hei ! Yuki ... kamu sedang apa disana .. aku lelah mencarimu kemana-mana .. ternyata kau berada di taman ini .. untung ibumu memberitahuku .. eh, kamu kenapa menagis ? apa ada yang salah ? Apa kamu sedang bertengkar dengan Vino itu ? ceritakan padaku ..” ucap seorang gadis manis kepada temannya yang bernama Yuki itu ..

“Ya! Aku tidak apa-apa .. hanya .. Ehem .. baiklah .. ayo kita kerumahku .. kuharap ibuku sedang memanggang cookies untukmu, Claudia ..” ajak Yuki sambil beranjak dari kursi taman itu.

“Hah ? Apa benar ? baiklah .. ayo kita kerumahmu .. aku tidak sabar ingin memakan cookies buatan ibumu yang lezat itu..” jawab gadis manis yang bernama Claudia itu. Yuki hanya tersenyum. Sambil mengingat janjinya kepada Joe dimasa lalu.

Sebelum pergi tidak lupa Yuki menggenggam erat buku diary masa kecilnya itu .. Diary yang mengingatkannya akan kenangan bersama orang-orang yang ia sayangi ..
Dan cerita didlam diary itu telah menjadi ..

Kenang-kenangan ..

THE END ~~

Yak !! typo yang awalnya bertebaran dimana-mana sudah dibrantas, insya allah habis (??) #gaje ahh. Mohon dimaklumi karena banyak kekurangan didalamnya. Ahai ! jangan lupa dikritik bila ada yang mengganjal. Sippoke!! Trimakasih sudah membaca. 

Sedikit gambaran dari author :

Diary Yuki

Reminscence Lake

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © WARM & COZY | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑