23 Mei 2017

Stasiun TV dalam pilkada dan keterpihakan stasiun TV

Stasiun TV kini digunakan sebagai salah satu media dalam berkampanye saat menjelang pilkada. Tiap stasiun TV memiliki perhitungan seperti quick count pada tiap calonnya. Tak dipungkiri dibalik tingginya jumlah pemilih pada tiap calon  didasari oleh pemihakan pada stasiun TV yang telah dipengaruhi oleh partai politik. Menjadikan stasiun TV yang harusnya menjadi pihak netral malah berbalik dan berpihak pada salah seorang calon yang memiliki kesamaan partai politik

Kini statiun TV tidak hanya digunakan sebagai hiburan bagai masyarakat, namun juga dijadikan sebagai permainan politik bagi berbagai oknum yang memegang kendali dalam sebuah stasiun TV tersebut. TV seharusnya membuat program yang menghibur masyarakat seperti traveling atau acara permainan. Namun pada masa sekarang, televisi dipengaruhi oleh politik dari pemegang saham yang kebanyakan merupakan pengikut partai politik tertentu.

Di era modren kampanye dapat dilakukan dimana saja dan dengan media apa saja, tidak terkecuali TV. kini tiap televisi memiliki keterpihakan pada partai politik sendiri. Semisal stasiun TV A yang mendukung parpol Bunga Matahari makan stasiun TV A hanya akan menampilkan berita positif dari parpol Bunga Matahari itu saja tanpa menyinggung hal negatifnya. Begitu pula yang terjadi pada stasiun TV C yang hanya akan menampilkan berita positsif dari parpol yang didukungnya.

Kesimpulannya, pada dewasa ini stasiun TV bukan merupakan media netral yang keakuratannya dapat dipercaya begitu saja oleh masyarakat. Rekomendasi dari saya, masyarakat harus lebih pintar dan selektif lagi dalam mengambil kesimpulan dalam tayangan stasiun TV. Jangan mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi. Sehingga tidak menyebabkan kerusuhan dan salah paham dalam negeri ini.

Categories: ,

3 Mei 2017

Blood, Sweat, and Tears

Inter-relasi :
A : Musik
B : Masa Muda
C : Video Musik
D : BTS (Boygrup)

Pokok fikiran paragraf:
1. Fenomena Komunikasi : Musik dan Emosi
2. Musik K-pop
3. Fungsi Musik Video
4. Konsep yang digunakan dalam Musik Video
5. Sekilas  tentang BTS
6. Sekilas tentang album WINGS
7. BTS sebagai salah satu pengusung konsep sastra
8. Masa Muda

    Musik merupakan suatu penggambaran dari emosi seseorang. Saat merasa sedih, galau, maupun gundah, orang cenderung mendengarkan musik lembut dengan lirik yang menyentuh hati. Apabila benar-benar terbawa suasana, seseorang bisa saja akan menitihkan air mata hingga menagis sesegukan. Berbeda lagi saat kita sedang bersemangat dan bahagia, orang akan cenderung mendengarkan musik dengan beat yang cepat dan menyentak. Jenis musik seperti ini dapat membuat pendengarnya lebih aktif. Tiap jenis musik memiliki "sensasi rasa" masing-masing. Contohnya musik Rock yang memiliki rasa yang keras dan bebas, begitu pula dengan jenis musik lainnya yang memiliki rasa tersendiri bagi pendengarnya.

    Sejak tahun 2010, jenis musik baru mulai eksis di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia yaitu Korean Pop (K-pop). Munculnya jenis musik ini bagaikan gelombang yang menerjang tiada habisnya atau yang sering disebut sebagai fenomena "Korean Wave". Ditahun 2013 kemarin, sempat diperdiksikan bahwa jenis musik ini akan memudar dan ditinggalkan. Namun pada kenyataannya, jenis musik ini makin digilai oleh anak remaja di Indonesia. Bukan hanya musiknya, penyanyi maupun grup yang menyanyikannya juga mulai menerjang Indonesia dengan seringnya melakukan fanmeet hingga konser tiap tahunnya membuat kpopers (fans K-pop) semakin menggila.

    Perkembangan zaman membuat musik mulai ditahun 1980-an digambarkan melalui video atau yang dikenal dengan video musik (music video, MV). Video Musik sendiri dibuat untuk menggambarkan musik ataupun lagu kepada pendengar. Namun fungsi sebenarnya dari musik video ini sendiri adalah untuk mempromosikan lagu dan menambah pemasukan pada sebuah agensi yang menaungi penyanyi ataupun grup tersebut. Dengan mengupload musik video artisnya di jejaring sosial seperti Youtube, agensi meraup keuntungan dari banyaknya viewers video musik yang di uploadnya. 

    Setiap Penyanyi ataupun boygrup/girlgrup memiliki konsep berbeda-beda. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek baik dari musik yang mereka nyanyikan, pakaian yang mereka gunakan saat perform, hingga pengusungan musik video. Musik video dibuat berasarkan image dari girlgrup/boygrup tersebut. Ada girlgrup yang memiliki image cute, feminim, hingga girl crush, sedangkan boygrup lebih pada jenis image manly, fresh dan sebagainya. Musik Video juga biasanya diseuaikan dengan musim yang sedang terjadi di negara mereka, Korea Selatan. Apabila comeback mereka terjadi dimusim semi, maka konsep musik video akan penuh dengan bunga dan nuansa hidup lain lagi jika musim gugur, maka suasananya lebih kepada kesedihan dan perpisahan. Ada musik video yang berdasar pada lirik lagu dan ada juga yang tidak. Musik video yang memiliki jalan cerita tersendiri ini merupakan hal yang bukan tergolong baru di K-pop. Namun hal ini menjadi booming sejak munculnya boygrup Bangtan Sonyeondan (BTS).

    BTS merupakan boygrup yang debut pada tahun 2013 dibawah naungan Bighit Entertaiment. Boygrup yang beranggotakan 7 orang yaitu Jin, Suga, J-Hope, Rap Monster, Jimin, V, dan Jungkook. Mereka memiliki debut dengan musik Hiphop yang kental dengan lirik-lirik tentang realita kehidupan mereka sebagai anak muda yang mencari jati diri. Hal ini tidak berubah sampai mereka mengeluarkan album Hwayangyeonhwa/HYYH (The Most Beautiful Moment in Life). Fans mulai menyadari adanya cerita dibalik tiap MV yang mereka buat. Diawali dari teaser video yang menampilkan satu persatu member dengan permasalahan hidup masing-masing. MV "I Need U" muncul sebagai awal cerita dari MV-MV selanjutnya dan membentuk sebuah cerita yang rumit dan kompleks. 

   Setelah berakhirnya masa Hwayangyeonhwa, BTS kembali comeback dengan album Wings yang memiliki konsep berbeda dari album sebelumnya. Album ini berisi 15 lagu dengan lagu utama berjudul "Blood, Sweat and Tears". Semua member juga berpartisipasi dalam pebuatan lagu-lagu didalam album ini. Tiap member memiliki lagu solo mereka. Album ini juga yang membawa efek paling besar pada karir BTS. Dimana album mereka masuk dalam "10 album tebaik tahun 2016" di chart musik dunia yaitu Billboard.

     Mulai dari teaser hingga MV, BTS menyuguhkan konsep cerita yang teradaptasi oleh karya sastra dari novelis Hermann Hesse (1877-1962) yang berjudul Demian. Dengan latar Jerman pada Perang Dunia I, novel Demian ini sendiri berisi tentang perjalanan hidup sang tokoh utama (Emil Sinclair) yang mencari jati dirinya. Dan dalam MV ini yang berperan sebagai Sinclair adalah Jin. Teaser mereka berisi perjalan hidup Sinclair dalam novel tersebut. Dimulai dari awal Sinclair mencari jati dirinya hingga ia merasakan kebebasan dan menemukan jati diri sesungguhnya. Hesse juga mengaitkan cerita ini dengan agama dan mitologi Yunani.

    Jalan cerita tidak hanya disampaikan melalui gerak-gerik namun juga melalui properti yang terdapat didalam MV. Mulai dari patung, hingga lukisan yang berisikan dewa dewi Yunani yang memiliki jalan cerita yang menarik. Dimulai dari adanya patung Perseus yang membawa kepala Medusa yang disimbolkan sebagai pengkhianatan. Adanya lukisan karya Herbert James Dreper, "The Lament of Icarus" yang melambangkan sebuah kebebasan. Serta kalimat "Man muss noch Chaos in sich haben, um einen tanzenden Stern gebären zu können"(Friedich Nietzsche) yang juga terdapat dalam novel Demian ini bermaksud bahwa kita harus merasakan sebuah kekacauan yang membuat diri kita terdorong untuk menjadi sebuah pribadi yang lebih baik. Jadi, secara garis besarnya MV ini menyimbolkan masa muda yang penuh dengan resiko dalam menemukan jati diri.

Daftar Pustaka:
Hesse, Hermann. 1919. Demian. Germany

Categories: ,

Copyright © WARM & COZY | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑