26 Apr 2017

Pengaruh musik terhadap perilaku konsumen

Saat kita pergi ke sebuah pusat perbelanjaan moderen ataupun restoran tentu kita dapat mendengar musik-musik yang diputar oleh pengelola. Mulai dari musik lokal hingga mancanegara. Namun taukah anda bahwa musik yang kita dengarkan dalam pusat perbelanjaan tersebut dapat mempengaruhi perilaku dalam berbelanja.

Secara tidak sadar, saat berada pusat perbelanjaan kita telah diberi terapi musik. Musik merupakan salah satu cara terapi yang digunakan untuk meningkatka, memertahankan, dan mengembalikan kesehatan mental, fisik, emosional maupun spiritual.

Musik yang digunakan oleh pusat perbelanjaan pun tidak sembarangan. Biasanya musik yang diputar oleh pengelola adalah musik santai yang disesuaikan dengan pengunjung agar merasa nyaman, betah dan meluangkan waktu lebih lama di dalam pusat perbelanjaan tersebut.

Begitu pula pada restoran besar di hotel berbintang. Musik yang diputar biasanya musik bernuansa lembut dan santai sehingga secara tidak sadar konsumen akan bertahan atau ditahan lebih lama sehingga memesan makanan lebih banyak lagi.

Sebaliknya pada restoran prasmanan, dimana musik yang diputar biasanya lebih keras dan dinamis. Dengan ditemani alunan musik seperti itu, konsumen akan merasakan kenyang lebih cepat secara psikologis (sebelum kenyang secara fisik). Dengan demikian, secara tidak sadar kita dipaksa untuk bergegas, lebih cepat makan, selesai, dan keluar.

Daftar Pustaka :
Rusdiansari, Erina. 2011.  Hipnopunktur. Jakarta : Penebar PLUS+ (Penebar Swadaya Grup).

Categories: ,

5 Apr 2017

Etalase

Entah saat umur berapa, yang jelas waktu itu aku masih sangat kecil. Aku senang 'mengekor' bunda kemanapun beliau pergi. Yang kuingat beliau mengajakku pergi kerumah temannya yang bernama ibu R. [nama disamarkan]

Untuk anak kecil sepertiku, jalan 1 km dari rumah itu sudah sangat jauh. Dan saat itu aku merasa kami berada sangat jauh dari rumah. Melewati jalan berkelok dan tiba-tiba kami sudah berada di daerah padat penduduk. 

Bunda mengajakku turun dari motor dan berjalan sedikit jauh kedalam gang kecil yg terbuat dari kayu. Di daerah itu terdapat rumah bangsal kayu berwarna biru putih.

Bunda mengetuk pintu dan munculah seorang wanita paruh baya yang kuyakini itu teman bunda. Wajahnya berbentuk oval dan matanya sipit, usianya terlihat lebih muda dari bunda. Beliau kemudian mempersilahkan kami masuk dan duduk di lantai karena disana tidak ada sofa. Setelah itu mereka bercakap tentang hal yang tidak aku mengerti.

Beberapa minggu kemudian, bunda menjakku ketempat ibu itu lagi. Namun dengan jalan yang berbeda. Bunda bilang jika ibu itu telah pindah rumah di daerah dekat pusat kota.

Saat sampai dirumahnya, ternyata suami beliau membuka jasa servis komputer dan perlengkapannya. Didepan rumahnya terdapat jalan raya yang ramai. Jadi, saat itu aku tidak diperbolehkan jauh-jauh dari bunda.

Tinggiku saat itu tak sampai 150 cm. Sehingga untuk mencapai permukaan etalase toko aku harus berjinjit. Saat itu aku melihat anak laki-laki yang bertubuh sedikit gemuk keluar dari pintu bertirai biru. Pipinya tembam dan kuyakini dia lebih tua dariku. Ia mungkin anaknya ibu R. Setelah itu bunda mengajakku pulang.

Selang beberapa hari, bunda mengajakku kesana lagi dengan membawa leptop milik kakak pertamaku yang sepertinya rusak.

Masih dari etalase, kini aku melihat anak laki-laki itu lagi duduk di depan komputer dengan wajah serius menekan mouse dengan cepat dan tangan satunya menekan keyboard dengan cekatan. Namun berbeda dari kemarin, anak lelaki itu kali ini terlihat kurus dan sedikit lebih pendek dari yg kemarin. Pipinya tidak begitu tembam tapi terlihat sangat menggemaskan dari samping. Aku hanya menatapnya hingga bunda mengajakku pulang.

Dari etalase, aku melihat 1 wajah yang sama namun dengan fisik yang berbeda. Setelah beberapa hari kemudian, aku baru mengetahui jika ibu itu memiliki 2 anak laki-laki. Jadi, mereka orang yang berbeda....

-

Sudah pernah di upload di akun wattpad @whitetofuu

Categories:

4 Apr 2017

[UTS]


Bahasa                

                Dewasa ini dampak globalisasi dan westernisasi merambah ke tiap aspek kehidupan mulai dari makan, pakaian hingga bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Banyak orang yang menyerap informasi tanpa disaring terlebih dahulu dampaknya. Kurangnya penyaringan informasi menyebabkan terjadinya perbedaan pemahaman antar masyarakat terutama anak muda dengan kaum awam. Seperti contohnya dalam aspek bahasa dimana penggunaan bahasa yang kasar dulu dianggap tidak pantas diucapkan, sekarang sering diucapkan oleh orang-orang "kekinian" tanpa perduli tempat dan situasi. Anak muda jaman sekarang hanya menggunakan bahasa yang mereka pikir keren namun tanpa mereka sadari itu menyalahi norma kesopanan. Penggunaan bahasa kasar tersebut bahkan sering dilakukan di daerah publik yang kadang membuat orang awam merasa risih.

                Berasarkan data observasi yang saya dapatkan adalah seringnya anak muda zaman sekarang yang mengucapkan kata-kata seperti “Anjir” “F**K” “S**T” dan sebagainya dalam sebuah percakapan baik saat ia merasa senang, kaget, takjub, kesal, marah dan ekspresi lain baik saat bicara tatap muka maupun lewat media sosial.

                Berdasarkan hasil wawancara, hal yang dikatakan responden saat ditanyakan alasan memakai kata-kata kasar tersebut karena sudah sering mendengar dan mengucapkannya sehingga menjadi sebuah kebiasaan bahkan perkataan yang bersifat spontan seperti saat kaget misalnya. 

                Beradarkan literature yang saya dapatkan, komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita , aktualisasi - diri untuk kelangsungan hidup , untuk memperoleh kebahagiaan , terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain. (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Prof. Deddy Mulyana, 2007))

                Simpulan yang dapat kita ambil adalah kurangnya konsep diri anak mudah sekarang membuat mereka menginginkan eksistensi yang tinggi sehingga mereka bisa dianggap ada oleh orang sekitar. Namun hal ini tentu menyebabkan disorganisasi yang mana anak muda yang sangat menginginkan pamor didepan teman-temannya kadang menggunakan bahasa yang kasar untuk menarik perhatian mereka. Penggunaan bahasa yang kasar ini juga bisa terjadi karena faktor keluarga teman dan media sosial. Hal ini juga disebabnya kurangnya penyaringan dalam menghadapi kebudayaan asing sehingga mereka salah dalam memahami kata tersebut.

Categories:

Copyright © WARM & COZY | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑