Saat kita pergi ke sebuah pusat perbelanjaan moderen ataupun restoran tentu kita dapat mendengar musik-musik yang diputar oleh pengelola. Mulai dari musik lokal hingga mancanegara. Namun taukah anda bahwa musik yang kita dengarkan dalam pusat perbelanjaan tersebut dapat mempengaruhi perilaku dalam berbelanja.
Secara tidak sadar, saat berada pusat perbelanjaan kita telah diberi terapi musik. Musik merupakan salah satu cara terapi yang digunakan untuk meningkatka, memertahankan, dan mengembalikan kesehatan mental, fisik, emosional maupun spiritual.
Musik yang digunakan oleh pusat perbelanjaan pun tidak sembarangan. Biasanya musik yang diputar oleh pengelola adalah musik santai yang disesuaikan dengan pengunjung agar merasa nyaman, betah dan meluangkan waktu lebih lama di dalam pusat perbelanjaan tersebut.
Begitu pula pada restoran besar di hotel berbintang. Musik yang diputar biasanya musik bernuansa lembut dan santai sehingga secara tidak sadar konsumen akan bertahan atau ditahan lebih lama sehingga memesan makanan lebih banyak lagi.
Sebaliknya pada restoran prasmanan, dimana musik yang diputar biasanya lebih keras dan dinamis. Dengan ditemani alunan musik seperti itu, konsumen akan merasakan kenyang lebih cepat secara psikologis (sebelum kenyang secara fisik). Dengan demikian, secara tidak sadar kita dipaksa untuk bergegas, lebih cepat makan, selesai, dan keluar.
Daftar Pustaka :
Rusdiansari, Erina. 2011. Hipnopunktur. Jakarta : Penebar PLUS+ (Penebar Swadaya Grup).
Secara tidak sadar, saat berada pusat perbelanjaan kita telah diberi terapi musik. Musik merupakan salah satu cara terapi yang digunakan untuk meningkatka, memertahankan, dan mengembalikan kesehatan mental, fisik, emosional maupun spiritual.
Musik yang digunakan oleh pusat perbelanjaan pun tidak sembarangan. Biasanya musik yang diputar oleh pengelola adalah musik santai yang disesuaikan dengan pengunjung agar merasa nyaman, betah dan meluangkan waktu lebih lama di dalam pusat perbelanjaan tersebut.
Begitu pula pada restoran besar di hotel berbintang. Musik yang diputar biasanya musik bernuansa lembut dan santai sehingga secara tidak sadar konsumen akan bertahan atau ditahan lebih lama sehingga memesan makanan lebih banyak lagi.
Sebaliknya pada restoran prasmanan, dimana musik yang diputar biasanya lebih keras dan dinamis. Dengan ditemani alunan musik seperti itu, konsumen akan merasakan kenyang lebih cepat secara psikologis (sebelum kenyang secara fisik). Dengan demikian, secara tidak sadar kita dipaksa untuk bergegas, lebih cepat makan, selesai, dan keluar.
Daftar Pustaka :
Rusdiansari, Erina. 2011. Hipnopunktur. Jakarta : Penebar PLUS+ (Penebar Swadaya Grup).