Bahasa
Dewasa
ini dampak globalisasi dan westernisasi merambah ke tiap aspek kehidupan mulai
dari makan, pakaian hingga bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Banyak orang
yang menyerap informasi tanpa disaring terlebih dahulu dampaknya. Kurangnya penyaringan
informasi menyebabkan terjadinya perbedaan pemahaman antar masyarakat terutama
anak muda dengan kaum awam. Seperti contohnya dalam aspek bahasa dimana penggunaan bahasa yang kasar dulu dianggap
tidak pantas diucapkan, sekarang sering diucapkan oleh orang-orang
"kekinian" tanpa perduli tempat dan situasi. Anak muda jaman
sekarang hanya menggunakan bahasa yang mereka pikir keren namun tanpa mereka
sadari itu menyalahi norma kesopanan. Penggunaan bahasa kasar
tersebut bahkan sering dilakukan di daerah publik yang kadang membuat orang
awam merasa risih.
Berasarkan
data observasi yang saya dapatkan adalah seringnya anak muda zaman sekarang
yang mengucapkan kata-kata seperti “Anjir” “F**K” “S**T” dan sebagainya dalam
sebuah percakapan baik saat ia merasa senang, kaget, takjub, kesal, marah dan
ekspresi lain baik saat bicara tatap muka maupun lewat media sosial.
Berdasarkan
hasil wawancara, hal yang dikatakan responden saat ditanyakan alasan memakai
kata-kata kasar tersebut karena sudah sering mendengar dan mengucapkannya
sehingga menjadi sebuah kebiasaan bahkan perkataan yang bersifat spontan
seperti saat kaget misalnya.
Beradarkan
literature yang saya dapatkan, komunikasi
itu penting untuk membangun konsep diri kita , aktualisasi - diri untuk kelangsungan
hidup , untuk memperoleh kebahagiaan , terhindar dari tekanan dan ketegangan,
antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan
dengan orang lain. (Ilmu Komunikasi Suatu
Pengantar (Prof. Deddy Mulyana, 2007))
Simpulan
yang dapat kita ambil adalah kurangnya konsep diri anak mudah sekarang membuat
mereka menginginkan eksistensi yang tinggi sehingga mereka bisa dianggap ada
oleh orang sekitar. Namun hal ini tentu menyebabkan disorganisasi yang mana
anak muda yang sangat menginginkan pamor didepan teman-temannya kadang menggunakan
bahasa yang kasar untuk menarik perhatian mereka. Penggunaan bahasa yang kasar ini juga bisa terjadi karena faktor keluarga teman dan media sosial. Hal ini juga disebabnya kurangnya penyaringan dalam menghadapi kebudayaan asing sehingga mereka salah dalam memahami kata tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar