5 Apr 2017

Etalase

Entah saat umur berapa, yang jelas waktu itu aku masih sangat kecil. Aku senang 'mengekor' bunda kemanapun beliau pergi. Yang kuingat beliau mengajakku pergi kerumah temannya yang bernama ibu R. [nama disamarkan]

Untuk anak kecil sepertiku, jalan 1 km dari rumah itu sudah sangat jauh. Dan saat itu aku merasa kami berada sangat jauh dari rumah. Melewati jalan berkelok dan tiba-tiba kami sudah berada di daerah padat penduduk. 

Bunda mengajakku turun dari motor dan berjalan sedikit jauh kedalam gang kecil yg terbuat dari kayu. Di daerah itu terdapat rumah bangsal kayu berwarna biru putih.

Bunda mengetuk pintu dan munculah seorang wanita paruh baya yang kuyakini itu teman bunda. Wajahnya berbentuk oval dan matanya sipit, usianya terlihat lebih muda dari bunda. Beliau kemudian mempersilahkan kami masuk dan duduk di lantai karena disana tidak ada sofa. Setelah itu mereka bercakap tentang hal yang tidak aku mengerti.

Beberapa minggu kemudian, bunda menjakku ketempat ibu itu lagi. Namun dengan jalan yang berbeda. Bunda bilang jika ibu itu telah pindah rumah di daerah dekat pusat kota.

Saat sampai dirumahnya, ternyata suami beliau membuka jasa servis komputer dan perlengkapannya. Didepan rumahnya terdapat jalan raya yang ramai. Jadi, saat itu aku tidak diperbolehkan jauh-jauh dari bunda.

Tinggiku saat itu tak sampai 150 cm. Sehingga untuk mencapai permukaan etalase toko aku harus berjinjit. Saat itu aku melihat anak laki-laki yang bertubuh sedikit gemuk keluar dari pintu bertirai biru. Pipinya tembam dan kuyakini dia lebih tua dariku. Ia mungkin anaknya ibu R. Setelah itu bunda mengajakku pulang.

Selang beberapa hari, bunda mengajakku kesana lagi dengan membawa leptop milik kakak pertamaku yang sepertinya rusak.

Masih dari etalase, kini aku melihat anak laki-laki itu lagi duduk di depan komputer dengan wajah serius menekan mouse dengan cepat dan tangan satunya menekan keyboard dengan cekatan. Namun berbeda dari kemarin, anak lelaki itu kali ini terlihat kurus dan sedikit lebih pendek dari yg kemarin. Pipinya tidak begitu tembam tapi terlihat sangat menggemaskan dari samping. Aku hanya menatapnya hingga bunda mengajakku pulang.

Dari etalase, aku melihat 1 wajah yang sama namun dengan fisik yang berbeda. Setelah beberapa hari kemudian, aku baru mengetahui jika ibu itu memiliki 2 anak laki-laki. Jadi, mereka orang yang berbeda....

-

Sudah pernah di upload di akun wattpad @whitetofuu

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © WARM & COZY | Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑