Entah saat umur berapa,
yang jelas waktu itu aku masih sangat kecil. Aku senang 'mengekor' bunda
kemanapun beliau pergi. Yang kuingat beliau mengajakku pergi kerumah
temannya yang bernama ibu R. [nama disamarkan]
Untuk anak kecil
sepertiku, jalan 1 km dari rumah itu sudah sangat jauh. Dan saat itu aku
merasa kami berada sangat jauh dari rumah. Melewati jalan berkelok dan
tiba-tiba kami sudah berada di daerah padat penduduk.
Bunda mengajakku turun
dari motor dan berjalan sedikit jauh kedalam gang kecil yg terbuat dari
kayu. Di daerah itu terdapat rumah bangsal kayu berwarna biru putih.
Bunda mengetuk pintu dan
munculah seorang wanita paruh baya yang kuyakini itu teman bunda.
Wajahnya berbentuk oval dan matanya sipit, usianya terlihat lebih muda
dari bunda. Beliau kemudian mempersilahkan kami masuk dan duduk di
lantai karena disana tidak ada sofa. Setelah itu mereka bercakap tentang
hal yang tidak aku mengerti.
Beberapa minggu
kemudian, bunda menjakku ketempat ibu itu lagi. Namun dengan jalan yang
berbeda. Bunda bilang jika ibu itu telah pindah rumah di daerah dekat
pusat kota.
Saat sampai dirumahnya,
ternyata suami beliau membuka jasa servis komputer dan perlengkapannya.
Didepan rumahnya terdapat jalan raya yang ramai. Jadi, saat itu aku tidak
diperbolehkan jauh-jauh dari bunda.
Tinggiku saat itu tak
sampai 150 cm. Sehingga untuk mencapai permukaan etalase toko aku harus
berjinjit. Saat itu aku melihat anak laki-laki yang bertubuh sedikit
gemuk keluar dari pintu bertirai biru. Pipinya tembam dan kuyakini dia
lebih tua dariku. Ia mungkin anaknya ibu R. Setelah itu bunda
mengajakku pulang.
Selang beberapa hari, bunda mengajakku kesana lagi dengan membawa leptop milik kakak pertamaku yang sepertinya rusak.
Masih dari etalase, kini
aku melihat anak laki-laki itu lagi duduk di depan komputer dengan
wajah serius menekan mouse dengan cepat dan tangan satunya menekan
keyboard dengan cekatan. Namun berbeda dari kemarin, anak lelaki itu
kali ini terlihat kurus dan sedikit lebih pendek dari yg kemarin.
Pipinya tidak begitu tembam tapi terlihat sangat menggemaskan dari
samping. Aku hanya menatapnya hingga bunda mengajakku pulang.
Dari etalase, aku
melihat 1 wajah yang sama namun dengan fisik yang berbeda. Setelah
beberapa hari kemudian, aku baru mengetahui jika ibu itu memiliki 2 anak
laki-laki. Jadi, mereka orang yang berbeda....
-
Sudah pernah di upload di akun wattpad @whitetofuu
0 komentar:
Posting Komentar